"Rencananya sih tanggal 7 tapi sepertinya diundur karena kami menunggu partai golkar yang sedang melakukan munas, mereka kan anggota DPR yang harus diperhatikan aspirasinya jadi penentuan setelah munas," kata Anas saat dijumpai wartawan di ruangan kerjanya di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2009).
Nantinya setiap fraksi DPR akan mendapat kursi pimpinan Komisi sesuai dengan prosentasi kursi DPR. Semuanya akan dibagi rata dari FPD terbesar hingga Hanura yang terkecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anas tidak ada kebutuhan mendesak menambah julah komisi. Anas meyakini Komisi yang sudah ada (11 Komisi) sudah cukup.
"Tidak ada urgensi untuk menambah jumlah komisi. Demokrat menilai kalau ditambah 15 itu komisi jadi tambun sementara 11 komisi sekarang sudah moderat sudah mampu mencakup semua kepentingan," beber Anas.
Partai Demokrat sendiri, menurut Anas, belum menentukan Komisi berapa yang akan dipilih. Menurutnya semua Komisi sama saja.
"Itu masih belum diputuskan, semua komisi itu penting tidak ada kasta komisi kelas satu atau komisi kelas dua . Kami menilai semua komisi itu memiliki peranan sama-sama penting dan sama-sama strategis," tandasnya.
(van/gah)










































