Tumpak Panggabean, Tak Kenal Kompromi pada Koruptor

Profil Plt Pimpinan KPK

Tumpak Panggabean, Tak Kenal Kompromi pada Koruptor

- detikNews
Senin, 05 Okt 2009 16:20 WIB
Tumpak Panggabean, Tak Kenal Kompromi pada Koruptor
Jakarta - Tumpak Hatorangan Panggabean kembali berurusan dengan pemberantasan korupsi di Indonesia. Bapak tiga anak terpilih menjadi salah satu Plt Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggantikan posisi Antasari Azhar.

Pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 29 Juli 1943 itu bukan nama baru di lingkungan KPK. Pensiuan jaksa itu pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KPK pada periode pertama bersama Taufiequrachman Ruki, Sjahruddin Rasul, dan Erry Riyana Hardjapemekas serta Amin Sunaryadi.

Selama menjabat sebagai salah satu pimpinan KPK, lulusan Universitas Tanjungpura Pontianak dikenal blak-blakan. Semua kasus yang ditangani lembaga antikorupsi itu dijelaskannya dengan gamblang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena komitmennya ini pula, nama Tumpak telah disebut-sebut akan menjadi salah satu Plt Pimpinan KPK yang direkomendasikan tim lima. Dan benar saja, Tumpak terpilih bersama Mas Achmad Santosa dan Waluyo. Ketiganya telah disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tumpak juga disebut-sebut sangat ditakuti oleh koruptor Indonesia. Karena sikapnya tak seperti tak kenal kompromi, Tumpak bahkan juga dijuluki sebagai 'buldoser para koruptor'.

Suami Roosvi Sertiana Sianturi itu juga dikenal sebagai seorang pekerja keras yang nyaris workaholic. Sejak berkarir sebagai jaksa selama 30 tahun, Tumpak hampir selalu pulang malam. Bahkan setelah pensiun dan bertugas di KPK, Tumpak tidak akan pulang sebelum semua pekerjaanya rampung.

Selama menjadi jaksa, Tumpak telah berkelana di beberapa daerah. Misalnyanya saja saat menjadi Kajari Pangkalan Bun (1991-1993), Kajari Dili (1994-1995), Kajati Maluku (1999-2000), dan Kajati Sulawesi Selatan (2000-2001).

Pada 2003, Tumpak direkomendasikan mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh untuk bertugas di KPK. Nama Tumpak pun akhirnya terpilih menjadi salah satu pimpinan setelah voting di DPR. (ken/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads