Seperti belanja barang, memilih Tommy itu ibarat beli satu dapat dua. Memilih Tommy sebagai ketua umum Golkar, berarti memilih calon presiden yang siap bertarung di 2014.
"Memilih Mas Tommy itu buy 1 get 2. Selain sebagai ketua umum, Golkar juga sudah punya capres 2014," ujar Justiani, salah seorang jurubicara Tommy dalam jumpa pers di arena Munas di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Senin (5/10/2009).
Justiani menerangkan alasan kenapa Tommy layak dipilih sebagai pengganti Jusuf Kalla. Dalam sebuah survei yang dilangsungkan dengan responden masyarakat umum, menunjukkan 75 persen responden menilai Tommy layak memimpin Golkar. Alasannya, Tommy masih berpeluang menjadi capres pada 2014 saat SBY sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi. Sementara kandidat lainnya dinilai kurang 'menjual'.
"Ical terlalu tua, tahun 2014 sudah 71. Sementara Paloh agak saru memimpin Indonesia," jelas ketua tim sukses Tommy, Saurip Kadi.
Sementara survei yang sama, dengan responden ketua dan sekretaris DPD I dan II Golkar, kata Saurip, angka dukungan bagi Tommy memang agak lebih rendah.
"Tapi masih di atas 50 persen," jelasnya.
Sosok Tommy, kata Saurip, juga bisa menyamai citra yang dibangun SBY ketika
memenangi Pilpres.
"Dia itu jelas muda, ganteng, dan memiliki 'gizi' tak terbatas. Jelas-jelas ini bisa menyaingi SBY," ujar teman seangkatan SBY di Akademi Militer ini.Selain menawarkan gelontoran dana Rp 50 miliar, Tommy juga menawarkan usaha rakyat yang dikemas dalam 'Kedai Rakyat' yakni Koperasi Eceran Distribusi Ala Indonesia.
"Ini adalah model koperasi kekinian sebagai bentuk ekonomi kerakyatan yang
ditawarkan Mas Tommy," ujarnya.
(Rez/lrn)











































