"DPD tidak mengakui Farhan Hamid sebagai wakil DPD, tidak dipilih DPD dan
mengajukan sendiri. Etikanya sangat rendah dan ini akan dibawa ke Badan
ehormatan," kata Wakil Ketua DPD, Laode Ida, ditemui wartawan di Gedung
MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2009).
Laode mengaku terkejut atas ulah Farhan. Mantan anggota FPAN DPR periode lalu itu, lanjutnya, bahkan tidak masuk nama-nama yang sudah diusulkan oleh DPD.
"Namanya saja tidak terdaftar dalam usulan, tahu-tahu muncul. Kami hanya akan mengusulkan Aksa Mahmud dan Jan Farid," kata Laode.
Menurut Laode ini adalah awal buruk terkait keterwakilan DPD di MPR. DPD, katanya, seperti tidak terwakili sama sekali.
"Ini merupakan preseden buruk menurut saya. Semoga hanya terjadi pada diri
Farhan Hamid," imbuhnya.
Laode mengatakan, unsur Pimpinan MPR dari DPD haruslah melalui rekomendasi DPD, bukan maju sendiri. "Semuanya ditentukan melalui rapat internal yang sedang berlangsung saat Farhan dilantik," tegasnya.
(van/lrn)











































