Bayi-bayi di Padang Pariaman Terpaksa Makan Mie Instan Setiap Hari

Gempa 7,6 SR di Sumbar

Bayi-bayi di Padang Pariaman Terpaksa Makan Mie Instan Setiap Hari

- detikNews
Senin, 05 Okt 2009 11:30 WIB
Bayi-bayi di Padang Pariaman Terpaksa Makan Mie Instan Setiap Hari
Padang - Sejumlah warga Kabupatan Padang Pariaman mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pascagempa. Jika kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin nasib yang lebih buruk akan menimpa mereka, terutama anak dan balita.

Hingga hari keenam pascagempa 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat (Sumbar), penyaluran bantuan belum bisa dirasakan seluruh korban gempa. Di sejumlah kawasan di Kabupaten Padang Pariaman, banyak warga mengaku sama sekali belum tersentuh bantuan, baik makanan maupun obat-obatan.

Kondisi ini tentunya membuat para korban sangar riskan dengan bahaya penyakit dan kelaparan. Khususnya bagi anak-anak dan balita.Β 

Kalau pun ada bantuan, hal itu hanyalah makanan berupa mie instan. Jenis makanan ini tentunya sangat tidak cocok dan membahayakan kesehatan bayi. Namun karena tidak ada pilihan, para orang tua tersebut terpaksa memberi makan bayi-bayi mereka dengan mie instan itu.

"Jangankan susu bubuk untuk bayi, beraspun belum pernah kami terima walau hanya satu kilogram. Kalau terus begini, bayi kami bisa kelaparan dan meninggal dunia," keluh keluh Siswandi warga Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman kepada detikcom, Senin (05/10/2009).

Warga setempat mengaku, kini anak-anak mereka sudah banyak yang terserang penyakit demam, diare. Sebab anak-anak itu telah tidur sekian hari di tenda darurat dengan kondisi seadanya. Tenda-tenda itu mereka dirikan sendiri tanpa bantuan pemerintah.

"Bagaiman anak-anak kami tidak sakit, saban malam kedinginan karena tidur ditenda. Belum lagi mereka lebih banyak makan mie instan dari pada makan nasi," kata Yunus warga lainnya.

Untuk membawa berobat ke rumah sakit umum, jaraknya lumayan jauh. Satu sisi, posko pengobatan tidak tersedia di sana.

"Biarlah rumah kami hancur diterjang gempa, yang penting anak-anak kami selamat. Kami tak mau kehilangan keluarga, tolonglah anak-anak kami yang kini terancam kelaparan," keluh Ibu Aisah (31) yang mempunyai balita usia dua tahun. "Anak awak sekarang makannya mie terus, kasihan awak meliatnya. Tapi mau bagaimana lagi," imbuh Aisah.

(cha/djo)


Berita Terkait