"Hari ini tidak ada aktivitas belajar mengajar. Karena hampir 75 persen sekolah rusak," kata Zamiwal, pengawas sekolah Kota Padang, kepada detikcom, Senin (5/10/2009). Menurut Zamiwal, sekolah tidak ada yang mengalami kerusakan parah, hanya retak-retak saja.
Dikatakan dia, guru dan kepala sekolah minta murid untuk pulang. "Kalau sekolah yang tidak ada gangguan, besok sudah mulai belajar. Lagipula, anak-anak murid tadi cuma sedikit yang datang," ujar Zamiwal.
Menurut dia, sekolah tidak ada yang meminta ke TNI agar mendirikan tenda darurat belajar mengajar.
Pengamatan detikcom, tidak ada aktivitas belajar mengajar di SD Komplek Alang Lawas Kota Padang Selatan, Sumatera Barat. Beberapa tukang bangunan tampak memperbaiki kerusakan akibat gempa. Guru-guru pun terlihat tengah bercakap-cakap.
Di kompleks itu ada 6 sekolah yakni SD 01, SD 18, SD 08, SD 20, SD 36 dan SD 37. Semuanya diliburkan.
"Ini kebijakan guru saja, tidak ada proses belajar mengajar. Tetapi, kita dapat instruksi, tanggal 12 Oktober sudah ada proses belajar mengajar. Jadi sekarang murid-murid dipulangkan," kata Yulibar, guru SD 37.
Bukan hanya sekolah dasar, sekolah menengah atas juga diliburkan. "Kita besok sudah mulai sekolah. Itu kata guru kita. Sekolah tidak rusak, cuma retak sedikit," kata Sigit Suryadi, siswa MAN 2 Padang.
(aan/nrl)











































