BMKG melansir peringatan dini untuk 2-5 Oktober. Disebutkan, terdapat topan Parma di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina yang mempengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Indonesia sebelah utara khatulistiwa.
Selain itu juga masih terdapat kondisi Dipole Mode yang negatif di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, serta kondisi suhu muka laut di Samudera Hindia, Laut Cina Selatan dan Samudera Pasifik di sekitar wilayah Indonesia masih cukup hangat sehingga memberikan suplai uap air yang cukup untuk daerah disekitarnya.
Kondisi - kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di Indonesia bagian barat dan utara serta di sekitar ekuator. Selain itu adanya aktivitas konvektif terkait dengan temperatur yang cukup tinggi pada siang hari yang merupakan aktivitas atmosfer berskala lokal di sebagian wilayah Indonesia perlu diwaspadai, karena berpotensi menimbulkan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang adalah :
- Pesisir barat Sumatera
- Sumatera bagian utara, tengah dan selatan
- Pesisir Timur Sumatera bagian utara dan tengah
- Jawa bagian barat
- Kalimantan bagian barat, timur, tengah dan selatan
- Sulawesi bagian utara dan tengah
- Maluku bagian utara dan tengah
- Papua bagian barat, utara dan timur
(nrl/rdf)











































