Inilah yang dipakai oleh Emilia S Joesoef, istri duta besar RI untuk Slovakia dalam mempromosikan Indonesia di Eropa. Sejumlah istri duta besar dari negara negara sahabat seperti Finlandia, Swedia, Spanyol, Kroasia, dan puluhan undangan lainnya yang tergabung dalam International Women Club Bratislava (IWCB) Rabu lalu (30/9/2009) dijamu dengan serangkaian kekayaan masakan tanah air.
Kegiatan Indonesian Culinary Safari ini tentu saja menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pengenalan masyarakat internasional terhadap Indonesia. Karena memiliki cita rasa dan jenis makanan yang paling variatif di dunia, masakan pedas, manis, sampai asam pun digelar dalam kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski lidah mereka asing, para ibu-ibu anggota darmawanita Eropa ini tampak biasa menyantap hidangan tanah air yang terkenal 'spicy'. Di antaranya, sate Padang, sate ayam Madura, ayam Bali betutu, nasi goreng, telur balado, rendang, gado-gado, ikan bakar, dan es cendol.
Untuk melengkapi makanan utama tersebut, disajikan pula makanan jajan pasar. Sebut saja, penganan seperti semar mendem, lapis beras, wingko babat dan lapis legit berkompetisi untuk dicicipi para madame.
Hmm..mudah-mudahan, setelah mereka kenyang akan cita rasanya, mereka tak lupa, masakan yang mereka santap adalah buah kekayaan bangsa Indonesia.
(sal/gah)











































