Kurang Air, Toilet Umum di Padang Bau Minta Ampun

Kurang Air, Toilet Umum di Padang Bau Minta Ampun

- detikNews
Minggu, 04 Okt 2009 11:14 WIB
Kurang Air, Toilet Umum di Padang Bau Minta Ampun
Padang - Dampak gempa 7,6 SR yang mengguncang kawasan Sumatera Barat (Sumbar) betul-betul membuat hidup warga sulit di segala lini. Selain trauma pascagempa yang menyiksa, kesulitan bahan makanan, susah air bersih, melejitnya harga kebutuhan pokok, untuk urusan buang hajat pun warga harus berhadapan dengan kondisi yang tidak nyaman.

"Sekarang, untuk buang hajat pun susahnya minta ampun. Rata-rata toilet umum yang saya masuki kekurangan air, bahkan kering sama sekali. Baunya minta ampun," ujar Anton Hilman, wartawan sebuah kantor berita di Padang.

Kesulitan senada juga diungkapkan sejumlah warga yang rumahnya hancur akibat gempa saat menggunakan toilet umum. Selain kekurangan air untuk membersihkan diri usai buang hajat dan menyiram kotoran, menahan bau kamar kecil selama proses buang hajat berlangsung pun sudah merupakan siksaan tersendiri bagi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya malas membayangkannya karena bisa-bisa saya jadi tidak bisa makan. Banyak orang yang 'tega' meninggalkan kotorannya begitu saja sehingga menimbulkan bau menyengat," kata Firman (27) warga kelurahan Air Dingin usai menggunakan toilet umum dilingkungan Kampus UNP Air Tawar Padang.

Fasilitas toilet untuk umum di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) juga mengalami kekurangan air karena terputusnya saluran air PDAM usai gempa. Meski rajin dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan oleh petugas kebersihan, fasilitas toilet di bandara yang aktivitasnya meningkat hampir 100 persen usai gempa tersebut tetap mengeluarkan bau tidak nyaman."Tiga hari ini kami sekeluarga pusing juga untuk urusan toilet. Soalnya kami terpaksa harus menggunakan toilet umum karena toilet dan bangunan belakang rumah kami hancur karena gempa. Mau buang air disungai kami tidak biasa dan lagipula terlalu ramai," kata Hendra, warga Tabing. (yon/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini