PKB sengaja meminta kepada pimpinan Rapat Paripurna MPR untuk membacakan sendiri sikap PKB dalam Pemilihan Pimpinan MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/10/2009). Padahal fraksi lainnya dibacakan oleh Sekjen MPR.
Juru bicara FPKB Hanif Dhahiri mengungkapkan isi hati partainya dengan sangat indah, pelan, dan meliuk-liuk. Terasa sekali keresahan PKB dalam setiap kata-katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pandangan FPKB, Hanif mengungkapkan bagaimana beratnya pembahasan pimpinan MPR hingga berakhir malam ini. Hanif mengaku sangat menikmati komunikasi yang baik antar fraksi partai koalisi di DPR.
"Alangkah indahnya dinamika demokrasi dalam pembahasannya, namun demikian setiap persahabatan tentu diperlukan kesetiaan," ujar Hanif.
Akhirnya Hanif mengungkapkan bahwa FPKB tidak mengajukan paket calon pimpinan MPR dan justru mendukung arahan PD.
"Demi demokrasi dan kesetiaan kami untuk Indonesia kami menyepakati untuk mendukung paket pimpinan yang diajukan oleh Partai Demokrat dan Partai Koalisi pengusung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," bebernya.
Seperti diketahui PKB berharap mendapat jatah Wakil Ketua MPR setelah gagal mengamankan kursi Wakil Ketua DPR. Namun usaha PKB sia-sia, PD justru memasukkan satu wakilnya untuk posisi Wakil Ketua MPR.
(van/irw)











































