Setidaknya demikian pantauan detikcom di Jalan Profesor M Yamin, Padang, Sumbar, Sabtu (3/10/2009).
Di trotoar jalan itu, tampak puluhan genset dipajang. Ada 4 toko genset di jalan itu dijubeli pengunjung yang memarkir mobilnya di pinggir jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harganya, Rp 1,6 juta untuk genset kecil dan Rp 3,3 juta untuk genset besar.
"Harganya sama, ini harga darurat," kata salah satu penjual Steven ketika ditanya detikcom.
Salah satu pembeli, Adi, warga Jembatan Layang, Padang mengatakan terpaksa membeli genset karena listrik di rumahnya sudah padam sejak gempa Rabu 30 September kemarin.
"Ini genset sekarang laku kayak kacang goreng. Ini untuk rumah karena sudah 4 malam kita tidak ada penerangan. Juga untuk pompa air, kan pakai listrik," ujar Adi yang rumahnya hingga hari ini belum nyala pasokan listriknya.
Ketika ditanya apa harganya tidak cukup mahal, Adi menjawab tak ada pilihan lain. "Ya daripada gelap. Kita beli aja, ada anak kan nggak mungkin gelap terus di rumah," jawab dia.
Selain toko genset, toko yang dijubeli pengunjung rata-rata adalah toko listrik dan bangunan. Di toko listrik dan bangunan mereka membeli 'T' dan kabel gulungan.
(nwk/ken)











































