Pasca Gempa, Emosi Warga Padang Gampang Tersulut

Pasca Gempa, Emosi Warga Padang Gampang Tersulut

- detikNews
Sabtu, 03 Okt 2009 15:46 WIB
Pasca Gempa, Emosi Warga Padang Gampang Tersulut
Padang - Kehidupan di Kota Padang, Sumatera Barat belum pulih setelah diguncang gempa 7,6 skala richter (SR) pada 30 September 2009. Selain harga-harga yang melonjak tajam, ketersediaan bahan kebutuhan pokok juga sangat terbatas. Emosi warga pun sulit dikendalikan.

Kondisi ini acap kali menimbulkan kericuhan di antara warga sendiri. Misalnya saja saat warga antre di SPBU untuk mendapatkan bensin. Adu mulut kerap terjadi ketika ratusan warga tidak kebagian bahan bakar yang diinginkan.

"Harusnya dibagi sama, jadi semua kebagian," kata seorang warga kepada penjaga SPBU yang melayani pembeli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang penjaga pun tak kalah emosi. "Ini juga sudah dibagi rata," katanya membela diri.

Kericuhan juga terjadi di jalan-jalan raya Kota Padang. Bunyi klakson terus terdengar dari kendaraan-kendaraan yang melintas. Bahkan ada dua pengendara mobil yang hampir terlibat baku hantam karena tidak terima diklakson.

"Sudah tahu macet kenapa pakai klakson-klakson," kata seorang pengemudi sambil membuka pintu mobilnya dan menghampiri pengendara yang menyalakan klakson.

Si penglakson pun tak kalah emosi dan turun dari mobil. Untung keduanya dapat dilerai oleh beberapa orang yang sedang berdiri di pinggir jalan.

"Sudah-sudah, lagi ada bencana begini jangan ribut," kata seorang laki-laki. Kedua pengemudi itu pun kembali ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan.

(ken/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads