Di jalan itu, terjadi longsor dari tebing Lembah Anai dengan batu-batu raksasa. Memang batu raksasa itu sudah bisa disingkirkan. Namun tetap saja kendaraan harus merayap.
Akibat panjangnya antrean ini, sejumlah warga mengeluh minimnya pengawasan dari pihak kepolisian. Minimnya polisi di Lembah Anai ini membuat kemacetan sulit dihindari. Masing-masing kendaraan selalu ingin mendahului.
Setelah lolos dari macet di Lembah Anai, selama 4 jam, kendaraan masih harus kembali antre di jalan raya menuju Padang di sejumlah SPBU. Pasalnya, 3 SPBU menuju Padang diserbu kendaraan dan warga untuk membeli BBM.
Antrean kendaraan di SPBU sampai luber ke badan jalan. Hal itu juga membuat kondisi antrean belasan kilometer. Ada tiga SPBU kondisinya yang sama. Ini membuat arus lalin juga merayap selama 3 jam.
"Biasanya kalau normal, paling lama kita dari Bukit ke Padang cuma 2 jam. Sekarang ini minimal makan waktu 7 sampai 8 jam," kata Surya Fajar sopir travel dari Bukit Tinggi. (cha/mok)











































