Perebutan Kursi Pimpinan MPR Diwarnai Isu Boikot DPD

Perebutan Kursi Pimpinan MPR Diwarnai Isu Boikot DPD

- detikNews
Jumat, 02 Okt 2009 15:21 WIB
Perebutan Kursi Pimpinan MPR Diwarnai Isu Boikot DPD
Jakarta - Perebutan kursi Pimpinan MPR mulai diwarnai isu boikot dari anggota MPR unsur DPD. Ancaman boikot itu disampaikan jika DPR memaksakan komposisi pimpinan MPR tidak memasukkan unsur DPD.

"Sebetulnya, awalnya kita mau ambil semua (pimpinan MPR dari DPR). Karena menurut amar putusan MK itu tidak dilarang. Tapi kami mendapat info bocoran, kalau DPD mau boikot kalau kita ambil semua," kata Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat, (2/10/2009).

Menurut pria yang menjabat wakil ketua DPR ini, hasil pertemuan pimpinan fraksi DPR masih mengkaji sistem 4-1 atau 3-2. Yang pasti koalisi besar yang dimotori PD, Golkar, PDIP, PKB, PAN dan unsur DPD sudah berkomitmen akan mendukung satu calon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil pertemuan tadi malam, dari semua pimpinan fraksi posisi Golkar mengajukan Hajriyanto sebagai wakil ketua yang diajukan sebagai paket. Substansi yang dibicarakan lainnya, itu soal formatnya apakah 3-2 atau 4-1," paparnya.

Menurut alumnus UGM ini, Golkar belum memutuskan untuk berkoalisi dengan sosok calon ketua MPR yang ada. "Golkar sendiri masih akan membicarakan apakah dengan Hidayat, Taufiq atau Ginandjar," pungkasnya.

Saat ditanya siapa calon pimpinan MPR yang paling kuat dari unsur DPD, Priyo menjawab singkat, "Aksa Mahmud, Dzan Farid dan Aidah Ismed," tutupnya.

(yid/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini