Waspadai Longsoran Batu Setelah Gempa di Sumbar

Waspadai Longsoran Batu Setelah Gempa di Sumbar

- detikNews
Jumat, 02 Okt 2009 15:11 WIB
Waspadai Longsoran Batu Setelah Gempa di Sumbar
Yogyakarta - Warga di kawasan perbukitan Sumatera Barat (Sumbar) diminta mewaspadai longsoran batu menyusul gempa 7,6 skala richter. Longsor batu bisa terjadi akibat lepasnya batu-batuan saat gempa mengguncang.

"Setelah gempa bumi ini yang perlu diwaspadai adalah terjadi longsor batuan yang juga membahayakan keselamatan warga," kata pakar longsoran Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Dwikorita, di ruang Rektor UGM, di Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (2/10/2009).

Hal itu terbukti terjadi longsoran batuan hingga menutup jalanan setelah hujan deras di beberapa wilayah perbukitan di Sumbar.

"Apalagi ini sudah musim penghujan sehingga memungkinkan terjadinya luncuran batuan atau aliran batuan yang sering disebut dengan Galodo di Sumbar," ujar dia.

Menurut dia, pasca gempa ini perlu dilakukan pemetaan zona retakan di kawasan tersebut. Tujuan agar masyarakat yang selamat dari gempa itu dalam proses evakuasi hingga recovery dan rehabilitasi juga bisa selamat dan tidak mengalami bencana lainnya.

"Pemetaan ini penting, jangan sampai selamat dari gempa tapi tidak selamat dari yang lain," kata Dwikorita.

Sementara itu, pakar gempa UGM, Dr Subagyo Hamumijoyo menambahkan gempa di Sumbar terjadi akibat zona subduksi atau penunjaman lempeng pada sesar yang ada di bawah Pulau Sumatera di kawasan samudera. Akibatnya frekuensi gempa di wilayah Sumbar sejak tahun 2003 terus meningkat.

"Berdasarkan data gempa yang data, sejak tahun 2003 gempa di wilayah Sumatera paling sering terjadi dan meningkat," kata Subagyo.

Dia mengatakan sejak terjadi gempa diikuti tsunami di Aceh tahun 2004 lalu hingga sekarang, gempa di kawasan Sumatera lebih sering terjadi. Hal ini diakibatkan adanya zona subduksi atau penunjaman dua lempeng yakni plate Indo Australia dari selatan ke utara menunjam ke plate Asia.

Meski kapan dan di mana lokasinya sampai saat ini sulit diprediksi lanjut Subagyo, gempa bumi di Sumatera dipastikan akan kerap terjadi terutama di daerah Sumbar, Bengkulu, Jambi dan sekitarnya. Hal ini berbeda dengan Jawa yang lengkung sesarnya lebih tajam dan lebih tua sehingga terjadinya gempa lebih sedikit. Sebaliknya sesar di Sumatera umurnya lebih muda sehingga kemungkinan terjadi gempa atau pergeseran lebih besar.

"Karena itu, masyarakat setempat diimbau agar selalu tetap memaspadai
kemungkinan munculnya gempa bumi selanjutnya. Sebab sesar Sumatera itu masih aktif, suatu saat masih akan bergeser sehingga daerah perlu waspadai," katanya.

Dia menambahkan kerusakan yang paling parah adalah bangunan bertembok dan bertingkat. Sedang bangunan/rumah tradisional Sumbar sedikit yang mengalami kerusakan.

"Sebenarnya nenek moyang dan masyarakat di sana juga punya kearifan lokal dan punya ilmu niteni sehingga membuat bangunan rumah dari kayu yang tahan goncangan gempa," kata Subagyo.

(bgs/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads