Pengamatan detikcom, Jumat (2/10/2009), warga tampak duduk dengan beralaskan tikar sambil mendengarkan ceramah.
Beberapa orang tampak menutupi kepala mereka dengan koran dan payung untuk mengusir panas yang menyengat kulit.
"Kita harus sabar menghadapi musibah. Karena itu adalah cobaan. Kita sebagai umat yang taat harus bisa balik lagi," kata sang penceramah.
Seorang jamaah, Adi, mengatakan, Masjid Gantiang mengalami kerusakan akibat gempa.
"Masjidnya retak karena gempa. Kita takut kalau salat di dalam dan ada gempa susulan masjidnya rubuh. Jadi panitia menyelenggarakan di halaman," kata Adi, warga sekitar masjid.
Dinding-dinding masjid tampak retak. Demikian pula pintu-pintu masjid rusak. Selain itu, tempat mengambil air wudhu hancur.
(aan/nrl)










































