SMS disebut-sebut diterima Direktur Penyidikan KPK Suaedy Husein beberapa waktu lalu. Isi SMS bernada ancaman itu meminta agar 2 tim KPK yang dipimpin Tugino dan Dally Rustamblin agar ditarik.
Bila tidak, ada tim sniper di Jatim yang akan melumpuhkan 2 tim KPK itu. Isi SMS itu juga menjelaskan, bila penyelidikan yang dilakukan KPK melanggar UU karena kekosongan pimpinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dik Suaidi Husin Chek angtnya apakah ada yang opsnal khusnya nama: tugino dan dally rustamblin yg skr sdh posisi jepit oleh sneper jatim. Kalau betul anak buahmu akan sy delay unt melumpuhkanya, tapi kalau anak buahmu agar sgr dihubungi unt ditarik. Dan jng diulangi unt giat liar spti ini, krn menureut undang2 lidik, sidik dan tut atas perintah pimpinan dan saat ini pimpinan sdg kosong sbb 2 org bukanlah pimpinan sec yuris. giat tsb adalah kriminal.Tolong smpkan haryono dan yasin. cc. Pk ade."
Tapi pihak KPK saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu soal SMS itu. "Saya tidak tahu soal itu," jelas Wakil Ketua KPK M Jasin saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis sore.
Demikian pula, Direktur Penyidikan KPK Suaedi Husein. Dia hanya memastikan 2 tim KPK saat ini dalam kondisi baik.
"Tidak ada ancaman. Semua anggota saya baik yang di kantor maupun yang sedang tugas di luar tetap kerja tanpa ada hambatan sama sekali," jelas Suaedi yang juga jenderal polisi bintang satu ini saat dihubungi wartawan, Kamis.
Siapa pengirim SMS itu? Belum diketahui siapa pelakunya. Namun disebut-sebut berkaitan dengan kasus yang ditangani KPK.
(ndr/iy)











































