Seperti diceritakan salah seorang karyawan swasta, Sutarto, bus TransJ yang membawanya pagi ini dipenuhi oleh penumpang yang rata-rata mengenakan batik. "Mayoritas penumpangnya memakai batik, termasuk sopir," ujar Sutarto kepada detikcom, Jumat (2/10/2009).
Kenapa pakai batik? "Kita mengapresiasi penetapan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia oleh UNESCO. Padahal sehari-hari jarang pakai batik kecuali kondangan," celetuk Sutarto sambil tertawa lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemakaian batik, lanjut Sutarto, memang baik diberlakukan terutama bagi para pekerja formal. Sementara untuk pekerja nonformal tidak usah dipaksakan mengenakan baju yang juga diklaim oleh Malaysia ini.
"Kalau pekerja informal ngapain pakai batik," pungkasnya.
Sementara itu para pengguna angkutan umum seperti Kopaja, Metro Mini dan Mikrolet juga dibanjiri oleh pemakai batu. Demikian juga para bikers yang melapisi batiknya dengan jaket. Happy batik day!
(anw/nrl)











































