"Ini banyak kotoran yang nggak pantas. Tolong perhatikan juga kebersihan (sambil menunjuk sampah-sampah)," ujar Siti kepada Direktur Utama RS Djamil, Sukyan Iskandar, di RS Djamil, Jumat (2/10/2009).
Kondisi pasien yang berdempetan juga menjadi perhatian Menkes. Ia meminta agar direktur RS lebih sering melakukan pemeriksaan di RS-nya.
"Infus juga banyak yang tidak jalan. Anda sebagai direktur harusnya melakukan pemeriksaan tiap hari, tiap jam. Jangan cuma sekali saja. Lalu, keluarga juga dipastikan keamanannya. Jangan sampai ada yang merasa terancam," cecar Siti.
Siti juga meminta agar pimpinan RS itu memprioritaskan penanganan pasien. "Jika ada staf Anda yang tidak datang, laporkan ke saya," pungkasnya.
RS Djamil menampung 120 korban luka akibat gempa 7,6 SR. Para korban dirawat di tenda-tenda darurat di luar RS untuk sementara. Saat ini korban juga mulai dilakukan tindakan operasi setelah Kamis kemarin ruangannya dibersihkan. Pasien yang dirawat kebanyakan mengalami patah tulang. RS masih membutuhkan obat-obatan antitetanus dan gips.
Korban direncanakan dimasukkan ke dalam RS dalam waktu 2 hari lagi. Struktur bangunan RS sudah dipastikan aman.
(amd/nrl)











































