Pantauan detikcom, hanya ada 2 tenda dari Depsos yang ada di daerah tersebut. Tenda itu, tentunya tidak mencukupi untuk menampung masyarakat desa.
Menurut Saymsul (45) yang rumahnya roboh akibat gempa, sampai saat ini tidak ada satu pun upaya dari pihak kecamatan dan kabupaten untuk menjenguk mereka pascagempa. Padahal Syamsul dan warga lain sangat mengaharapkan bantuan berupa obat-obatan, susu untuk balita dan tenda yang layak untuk tempat tidur mereka. "Jangankan kepala daerah, perangkat desa pun nggak ada yang datang kemari," kata Syamsul sedih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum kondisi Kota Padang Pariaman tidaklah begitu parah, walau pun di Kabupaten ini menjadi titik pusat gempa 7,6 SR itu.
Namun yang menyedihkan justru terjadi di rumah-rumah warga yang terjarak sekitar 1 kilometer dari pusat kota. Di Kecamatan Padang Pariaman Utara, ratusan rumah warga hancur. Detikcom mencoba menelusuri dari jalan satu ke jalan yang lain. Hampir di sepanjang jalan desa, seluruh rumah warga rusak berat. Di desa ini tercatat ada 600 rumah yang kondisinya rusak. Ada sebagian yang rata dengan tanah. Ada sebagian juga yang masih berdiri kokoh.
Namun dinding rumah-rumah itu sudah terbelah dua. Sehingga dapat dipastikan rumah di kecamatan ini pada dasarnya sudah tidak dapat berfinghsi lagi. Biak rumah yang dibangun dalam 10 tahun terakhir, atau rumah tua, semua berantakan akibat gempa.
(anw/her)











































