Dua nama perempuan yang bertahan sebagai kandidat pimpinan DPD adalah Gusti Kanjeng Ratu Hemas dari DI Yogyakarta dan Anna Latuconsina dari Maluku. Dan dengan tujuan mendapatkan suara yang lebih besar yang mengerucut pada satu kandidat perempuan sebagai pimpinan DPD, Anna tiba-tiba memutuskan untuk mundur dari pemilihan. Hal itu disampaikan dia saat memberikan sambutan dan visi misi di hadapan senator seluruh Indonesia.
"Dari 11 nama, calon pimpinan perempuan yang bertahan ada 2 yaitu Ratu Hemas dan saya. Karenanya saya mengundurkan dari pemilihan. Saya akan memberikan suara saya pada satu pimpinan perempuan, yakni Ratu Hemas," ujar Anna dalam Rapat Paripurna DPD di Nusantara V, Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis(1/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ratu Hemas menyatakan diri siap membawa perempuan sebagai pimpinan DPD. Dalam penyampaian visi dan misinya, dirinya meminta dukungan dari seluruh anggota perempuan DPD untuk maju dalam pemilihan.
Β
"Saya minta dukungan untuk membawa perempuan. Belum tentu di DPR ada perempuan menjadi calon pimpinan. Jadi, DPD harus ada perempuan menjadi calon pimpinan," tegasnya lantang.
(nvc/anw)











































