Polisi Bantah Menunda-nunda Proses Pemulangan Jenazah Teroris

Polisi Bantah Menunda-nunda Proses Pemulangan Jenazah Teroris

- detikNews
Jumat, 02 Okt 2009 00:35 WIB
Polisi Bantah Menunda-nunda Proses Pemulangan Jenazah Teroris
Jakarta - Pihak keluarga teroris yang tewas dalam penggerebekan di Solo, Jawa Tengah, menilai proses identifikasi yang dilakukan polisi lamban. Polri membantah tuduhan pihaknya menunda-nunda proses pemulangan jenazah yang terbaring di RS Sukanto sejak 17 September lalu tersebut.

"Jadi kita bukan menunda, tapi semata-mata untuk penegakan hukum dan penyidikan," ujar  Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak saat ditemui di Rumah Sakit Polri Sukanto, Jalan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2009).

Sulistyo mengatakan, dengan dinyatakan selesainya proses identifikasi maka jenazah bisa diserahkan ke keluarga masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya kita baru selesai olah TKP. Jadi olah TKP ini memerlukan fakta yang ada, oleh karena itu keberadaan yang di TKP masih kita butuhkan untuk melengkapi bahan-bahan guna penegakan hukum," imbuhnya.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Urwah, Endro Sudarsono mengaku kecewa karena kepolisian belum memperbolehkan keluarga membawa pulang jenazah Urwah. Hal ini dinilai mengulur-ulur waktu pemakaman jenazah.

"Dengan berlarut-larutnya pemulangan jenazah artinya tertunda pula pemakamannya. Pemakaman jenazah seharusnya disegerakan," kata Endro beberapa waktu lalu.

Jenazah  Bagus Budi Pranoto alias Urwah sudah dibawa pihak keluarga meninggalkan RS Polri menuju Kudus sekitar pukul 14.30 WIB.  Begitu pula jenazah Ario Sudarso alias Aji juga sudah dibawa keluarganya dari RS Polri sekitar pukul 12.50 WIB dan akan dibawa ke Purbalingga. Jenazah Susilo alias Adib rencananya akan dimakamkan di Surakarta, Jawa Tengah.

Sementara, pemulangan jenazah Noordin M Top direncanakan, Jumat (2/10/2009) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Penerbangan pesawat yang membawa jasad Noordin, sekitar pukul 11.00 WIB. Pemulangan jenazah gembong teroris akan menggunakan pesawat Malaysia Arlines.

(mpr/anw)


Berita Terkait