Permintaan itu disampaikan SBY melalui telepon kepada Gubernur Sumut Syamsul Arifin. Dalam keterangannya kepada wartawan, Syamsul Arifin menyatakan, Presiden SBY meminta masyarakat Sumut agar merasakan keprihatinan seperti yang dirasakan warga Sumbar
"Tadi Pak Presiden SBY telepon saya. Dia bilang, gempa yang terjadi di Sumbar lebih hebat dari yang terjadi di Yogyakarta. Kita diminta untuk merasakan keprihatinan dan membantu. Sebab, kita merupakan tetangga terdekat Sumbar," ujar Syamsul Arifin di Medan, Kamis (1/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsul juga menyatakan, jika memang dibutuhkan Sumut bahkan siap menjadi posko bantuan gempa seperti ketika penanganan bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Seluruh rumah sakit di Medan siap menampung para korban bencana yang membutuhkan pertolongan.
Pada masa bencana tsunami di NAD Desember 2004, Sumut yang kala itu dipimpin Gubernur Rizal Nurdin, menjadi pos untuk penanggulangan bencana. Dari avron milik TNI Angkatan Udara di Polonia Medan,
pendistribusian bantuan dan personil dilakukan sekitar satu bulan lamanya hingga kondisi relatif lebih baik dan posko utama kemudian dipusatkan di Banda Aceh.
(rul/anw)











































