"Kami masih kesulitan menghubungi orangtua dan keluarga di Padang. Kami belum tahu nasib mereka di sana," kata Nur Halim, mahasiswa asal Padang, kepada detikcom,Β Kamis (1/10/2009).
Menurut dia, sejak Rabu malam hingga hari ini dirinya bersama teman-teman asal Sumbar lainnya belum bisa menghubungi keluarganya. Namun ada beberapa mahasiswa yang sudah berhasil berkomunikasi dengan keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga saja keluarga selamat, meski rumah maupun harta benda lainnya pasti rusak. Kami juga berharap keluarga di sana yang lain bisa mencari kabar dan memberikan kabar pada kami yang di Yogya," kata Halim yang mengaku tinggal di daerah Parupuk Tabing itu.
Menurut Halim, di Yogyakarta ada ribuan mahasiswa dan pelajar asal Sumbar yang tengah menuntut ilmu. Mereka tersebar di beberapa perguruan tinggi seperti di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) dan lain-lain.
"Mereka sebagian besar belum mengetahui keberadaan keluarganya karena sulitnya sambungan telepon. Ini terjadi sejak semalam dan hampir semua teman di sini belum bisa berkomunikasi lewat telepon," ungkap dia.
Saat ini keluarga besar pelajar dan mahasiswa Sumbar serta para perantau asal Minang yang ada di Yogyakarta berusaha mendata jumlah mahasiswa Sumbar yang masih mempunyai keluarga di Sumbar. Koordinasi dilakukan untuk memudahkan komunikasi dan pencarian keluarga serta pemberian bantuan. Mereka saat ini sebagian besar berkumpul di Asrama Mahasiswa Bundo Kanduang di Jl Bintaran Tengah dan Asrama Singgalang di Karangwaru Tegalrejo Yogyakarta.
(bgs/irw)










































