"Saya mau beri hadiah bom tomat kepada Noordin," kata Yance dengan emosional kepada wartawan, Kamis (1/9/2009).
Pada saat hendak mendekati mobil jenazah, pria 40-an tahun bertinggi 170 cm itu langsung disergap oleh 5 polisi berseragam. Pria itu tidak melawan, hanya terus berterik agar diberi izin untuk melaksanakan niatnya.
"Tolong izinkan saya!" pintanya
Menggunakan kacamata hitam, masker dan topi, Yance mengaku tidak ada keluarga yang menjadi korban bom yang diotaki gembong teroris Noordin M Top. Rencana penyerangan hari ini dilakukan berdasar keinginan pribadi.
"Saya atas nama pribadi mewakili masyarakat antiteror," aku pria asal Bogor ini.
(did/nrl)










































