"Prinsipnya, kepentingan bangsa dan rakyat harus di atas segalanya, saya kira sangat manusiawi dan wajar kalau waktu pelaksanaan Munas diundur atau tempatnya dipindahkan. Saya yakin semua kekuatan Golkar bisa menerima itu," kata Yuddy kepada detikcom, Kamis (1/10/2009).
Selain alasan kemanusiaan, penundaan pelaksanaan Munas atau pemindahan lokasi acara bisa didasarkan pada alasan sibuknya ketua umum Golkar sebagai penanggung jawab Munas yang notabene masih menjabat wapres. JK sebagai wapres harus melaksanakan tugas penanganan bencana sebagaimana yang menjadi tanggung jawabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, posisi salah satu calon kuat ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang masih menjabat sebagai Menko Kesra sangat sibuk dengan tugas terakhirnya melayani dan membantu masyarakat korban gempa. Sangat tidak etis dan tidak bertanggung jawab jika Ical memaksakan meninggalkan tugas utamanya hanya mengejar Munas Golkar.
"Posisi Pak Aburizal Bakrie sebagai salah satu kandidat yang juga masih menjabat Menko Kesra saat ini paling sibuk dan bertanggung jawab terhadap upaya evakuasi, rehabilitasi dan penanganan pasca bencana. Masak mau ditingal tugas mulia ini. Apa kata rakyat nanti," ujar Yuddy.
Dengan sibuknya 2 orang penting di Partai Golkar yang kebetulan masih memegang jabatan paling bertanggung jawab dalam persoalan bencana di negeri ini, sangat beralasan jika pelaksanaan Munas diundur atau dipindahkan lokasinya.
"Kalau seluruh elemen Golkar setuju penundaan, saya yakin citra partai ini akan kembali naik. Golkar benar-benar partai yang peduli dengan penderitaan rakyat. Sebaliknya, kalau tidak, dengan posisi Pak JK dan Pak Ical yang masih menjadi Wapres dan Menko Kesra, ini akan semakin memperburuk citra Golkar," pendapat Yuddy.
"Pak Surya Paloh yang juga seorang ketua penasihat DPP Partai Golkar yang punya lembaga kemanusiaan, yang selalu hadir pada saat terjadinya bencana, saya yakin tidak keberatan kalau diundur jadwal Munasnya," imbuhnya.
Yuddy berharap saat ini semua kekuatan Golkar saling membahu untuk membantu keluarga besar Golkar dan rakyat yang terkena musibah di Padang dan sekitarnya.
"DPP Partai Golkar dan semua kader harus segera memberikan bantuan kongkret kepada kader Golkar dan rakyat yang terkena bencana. Apalagi Sumbar itu lumbung suara Golkar," saran Yuddy.
"Sebagai bentuk solidaritas, seluruh kader partai harus prihatin dan peduli atas apa yang dialami oleh masyarakat dan kader Golkar yang menjadi korban bencana. Masa, Munas digelar tanpa kehadiran dari DPD-DPD tingkat 2 di wilayah yang terkena bencana," pungkasnya.
(yid/nrl)










































