Pemantauan detikcom, Kamis (1/10/2009), Jam Gadang masih berdiri kokoh. Jarum jamnya juga masih berdetak normal. Tak ada bagian dinding yang retak.
Jam Gadang yang berada di Pasar Wisata Atas ini dibangun oleh Kolonial Belanda pada tahun 1926. Diamter jam ini sekitar 80 cm. Hingga kini, Jam Gadang masih menjadi tempat wisata menarik dan menjadi ikon Bukittinggi.
Di Bukittinggi, masyarakat juga masih beraktivitas secara normal. Pasar-pasar dan perkantoran tetap beroperasi. Jalan-jalan masih ramai dengan aktivitas masyarakat.
(asy/nrl)











































