"Gempanya kayak kemarin sore. Warga keluar rumah sambil teriak Allahu Akbar dan ngumpul di halaman rumah meski hujan gede," ujar Arnoldus Wea, warga Mokumoku, pada detikcom, Kamis (1/10/2009) pukul 09.05 WIB.
Menurut Arnold, akibat gempa hari ini dan Rabu (30/9) kemarin, tembok rumah warga retak-retak. Hingga kini warga masih bertahan di halaman rumah sambil berhujan-hujan karena takut gempa susulan.
Menurut Arnold, warga belum memutuskan untuk mengungsi. Mereka masih akan bertahan di sekitar rumahnya.
Gempa di Bengkulu tidak menimbulkan tsunami karena berpusat di darat.
(nik/nrl)










































