"Ya turun setengahnya. Ini kedua kali di tahun ini saya merugi gara-gara listrik mati," kata Somara (39) pemilik toko kosmetik di Pasar Jaya Kavling Polri Jelambar, Jakarta Barat, Rabu (30/9/2009).
Listrik mulai padam di pasar tradisional tersebut mulai pukul 10.00 WIB. Lalu hidup lagi 4 jam kemudian. Padahal, pasar tersebut tutup pukul 14.00 WIB yang berarti pasar hanya buka separuh dari hari biasa.
"Yang buka kios juga sedikit sudah tahu mati lampu. Pasar hanya berjalan separuhnya saja," imbuhnya sambil menahan cahaya lilin agar tidak mati.
Kondisi serupa dialami pedagang Pasar Baru, Jakarta Pusat. Di Pasar Baru, puluhan toko langsung menyalakan genset begitu listrik padam. Tetapi pembeli tetap saja menyusut
"Saya memakai ini untuk bertransaksi. Tetapi tetap saja sepi sebab warna kain jadi tidak kelihatan," kata Dina, pramuniaga toko kain Probitas sembari menunjukan lampu neon darurat.
(Ari/rdf)











































