Satu persatu warga memasuki kompleks kantor Kecamatan Sayung, Demak, Jateng, Rabu (30/9/2009). Beberapa menit kemudian mereka hengkang, lalu warga lain gantian datang.
"Cuma pingin lihat aja, seperti apa anjing yang katanya jelmaan hantu itu," kata Pratini di lokasi.
PARALLAX IN DETAIL
300x250
300x250
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kali, anak-anak menggoda anjing itu. Tapi binatang berwarna coklat dan berekor sepanjang 20 cm itu diam saja.
Jarang sekali anjing itu menyalak. Saat menyalak, ternyata suaranya biasa saja. Sama seperti yang lain.
"Ada-ada saja. Lha wong anjing biasa kok dianggap jelmaan hantu," tutur seorang warga sambil ngeloyor pergi.
(try/nrl)
