Satu persatu warga memasuki kompleks kantor Kecamatan Sayung, Demak, Jateng, Rabu (30/9/2009). Beberapa menit kemudian mereka hengkang, lalu warga lain gantian datang.
"Cuma pingin lihat aja, seperti apa anjing yang katanya jelmaan hantu itu," kata Pratini di lokasi.
Anjing yang diyakini sebagai penjelmaan hantu cekik itu ditempatkan di sangkar besi di depan aula kantor kecamatan. Ia tampak cuek, meski belasan orang menatapnya tajam.
Beberapa kali, anak-anak menggoda anjing itu. Tapi binatang berwarna coklat dan berekor sepanjang 20 cm itu diam saja.
Jarang sekali anjing itu menyalak. Saat menyalak, ternyata suaranya biasa saja. Sama seperti yang lain.
"Ada-ada saja. Lha wong anjing biasa kok dianggap jelmaan hantu," tutur seorang warga sambil ngeloyor pergi.
(try/nrl)











































