Pertemuan berlangsung selama kurang lebih satu jam, Rabu (29/9/2009), di Kantor KPK, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta. Usai pertemuan, mereka memberikan keterangan pers.
Β
"KPK itu seperti RS luar biasa untuk mengobati korupsi yang lebih buruk dari terorisme. Maka KPK harus tetap tegak, kuat dan mandiri," ujar Biku Sri Pannyavaro Mahathera, kepala Vihara Mendut.
Mengingat peran penting KPK tersebut, para tokoh lintas agama mengimbau Presiden SBY terus mendorong independensi lembaga penegak hukum yang fokus kepada upaya pemberantasan korupsi tersebut. Memperlemah KPK sama saja dengan mengkhianati konstitusi.
"Mengimbau agar presiden menggunakan kekuasaan dan otoritasnya untuk mendukung independensi KPK," ujar Romo Benny Setyanto, dari Konferensi Wali Gereja Indonesia.
Ada tujuh pemuka agama yang siang ini bertandang ke Kantor KPK. Selain dua nama di atas, tokoh lain yang hadir diantaranya adalah KH Syafii Maarif dan Cardinal Julius Dharmaatmaja.
(lh/iy)











































