Seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2009) para pengungsi juga mengantre mendapatkan makanan ikan kaleng dan mie di gymnasium, Cainta yang dijadikan lokasi evakuasi. Anak-anak dengan baju kotor juga tampak tidur beralaskan karton dan kardus dengan anjing di sampingnya.
"Berbaris! Tunjukan sikap disiplin dan kami akan memastikan setiap orang medapatkan bagiannya," ujar petugas pemerintahan daerah Candy Regavillo kepada para pengungsi yang mengantre makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mencoba untuk mendidik mereka bagaimana menggunakan air dan sanitasi yang baik. Hal ini yang paling sulit untuk diajarkan," ujar petugas sosial Cristina Bernaldo yang mengaku lebih sulit lagi karena mereka hanya memiliki 1 toilet.
Banjir telah menewaskan 240 orang dan membuat lebih dari 370.000 warga mengungsi. Pihak pemerintah Filipina telah meminta bantuan internasional karena tidak sanggup menangani jumlah korban yang terus meningkat. Mereka membutuhkan makanan, air bersih, obat dan suplai bantuan lainnya.
(amd/iy)










































