"Ini menjadi seperti main-main. Kami minta BPK mengaudit supaya diketahui apakah ada masalah atau tidak," ujar Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo saat berbincang dengan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2009).
Misalnya, Ganjar menyebutkan, penggunaan tiga hotel yang dinilainya kurang transparan. Ginanjar merasa perlu mempertanyakan transparansi penggunaan anggarannya.
"Hotelnya Rp 11 miliar atau tidak? Apakah harganya wajar di situ," kata Ganjar.
Ganjar mengeluhkan lemahnya koordinasi panitia orientasi anggota DPR baru. "Mestinya bisa koordinasi. Tidak perlu duplikasi anggaran, harus ada efisiensi," keluh Ganjar.
Ganjar menjelaskan, orientasi anggota DPR baru sudah dilakukan parpol. Ganjar juga menilai, orientasi yang disampaikan parpol jauh lebih lengkap.
"Orientasi anggota dewan murni tanggung jawab parpol. Kami jauh lebih lengkap kok," imbuh Ganjar.
Karena itu, Ganjar menilai, orientasi anggota baru mempermalukan DPR. "Jadinya kita kena batunya saja," demikian Ganjar.
(van/nik)











































