"Justru karena (pernah menjadi napi) itu beliau (Tommy) menjadi beda. Beliau pernah menjadi anaknya presiden, tapi juga pernah menjadi tahanan. Itu membuat beliau jadi menarik," kata Marwah di sela Workshop Golkar Menuju Partai Kelas Dunia di Crowne Plaza, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/9/3009).
Menurut Marwah, dengan apa yang dialaminya itu Tommy telah merasakan pengalaman pahit dan manis dalam kehidupan. Pengalaman luar biasa itulah yang justru menempa Tommy menjadi orang yang berbeda.
Selain itu kesamaan visi misi dan program juga menjadi alasan dukungan Marwah terhadap Tommy. Marwah merasakan kecocokan dengan program Tommy seputar pemberdayaan daerah. Mereka berdua berpendapat potensi daerah harus dimaksimalkan.
Marwah memberi contoh bagaimana daerah dengan potensi singkong harus mampu mengolah potensinya itu sehingga bisa meningkatkan pendapatan warga setempat. "Kita ingin pendapatan Rp 5 juta per orang," kata Marwah yang mengaku telah berdikusi intens dengan Tommy ini.
(sho/yid)











































