"Saya rasa gerakan mereka sudah sempit setelah Noordin tewas, apalagi dukungan dana," kata pemerhati terorisme, Mardigu, saat berbincang lewat telepon, Selasa (29/9/2009).
Menurut Mardigu, mereka perlu membuat 'aksi' untuk menarik perhatian bos-bos Al Qaeda demi mendapatkan dana. Tanpa menunjukkan eksistensi, keduanya akan dianggap sudah tidak berdaya.
"Mereka pasti akan berusaha memperjuangkan eksistensi lewat aksi sekecil apa pun, itu pun kalau masih ada sisa amunisi dan dana," ungkap ahli hipnoterapis yang pernah dilibatkan dalam penanganan teroris ini.
Dengan tewasnya Noordin, lanjut Mardigu, target serangan akan sedikit berubah. Jika sebelumnya simbol-simbol barat jadi target utama, kini simbol negara seperti Presien SBY juga bisa diserang.
"Karena yang tersisa adalah orang-orang lokal seperti Syaifuddin dan Syahrir," tegasnya.
Sebelumnya, polisi mengatakan, kakak beradik Syaifuddin Zuhri bin Jaelani dan Syahrir disiapkan sebagai mujahid untuk melakukan pengeboman terhadap SBY. Sejumlah bahan peledak ditemukan untuk melancarkan aksi tersebut di Jatiasih, Bekasi. Di antaranya adalah 5 drum bahan peledak dan potasium klorat serta sulfur.
(mad/mpr)










































