terlilit kasus dikhawatirkan akan merusak citra DPR.
"Marzuki tersangkut masalah hukum, yakni dugaan kasus korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Semen Batu Raja. Menurut saya mestinya memang Partai Demokrat kalau mereka betul-betul ingin memperbaiki citra DPR, ya mestinya orang-orang yang bermasalah tidak diberikan kepercayaan," kata Koordinator Formappi Sebastian Salang kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
Menurut Salang, tugas anggota dewan mendatang sudah cukup berat, yakni harus memulihkan citra DPR yang selama ini kian terpuruk di mata masyarakat. Selain itu masih banyak Rancangan Undang-Undang (RUU) yang belum diselesaikan oleh DPR masa bakti 2004-2009.
"Nah kalau ketuanya nanti tiba-tiba tersangka lalu kemudian terseret ke
penjara, maka citra DPR akan semakin hancur," imbuhnya.
Namun demikian apabila ini sudah menjadi pilihan akhir PD, Salang berharap
Marzuki mampu menunjukkan kerja terbaiknya tanpa cacat di DPR.
"Semoga kasus tidak terbukti dan Pak Marzuki dapat melaksanakan tugas
dengan baik," harapnya.
Sementara itu Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Priyo Budi Santoso mengungkapkan bahwa dirinya tidak menduga sama sekali PD akan memilih Marzuki. Karena masih ada yang lebih berpengalaman.
"Saya saat itu menduga natara Anas sama Syarief Hasan, tapi ternyata Marzuki," kata Priyo, dikonfirmasi terpisah.
Namun demikian Priyo pasrah. "Saya menghargai apapun pilihan PD," tandasnya.
(van/mad)











































