Demikian jawab Murtaqi Syamsudin, Direktur Jawa-Bali PT PLN, tentang kemungkinan penyebab meledak dan terbakarnya gardu GIS PLN Cawang Baru. Tanya jawab berlangsung di kantor PT PLN, Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2009).
"Alat ini bekerja otomatis tanpa operator, tidak ada yang menjaganya karena dia hanya sambungan," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar pantauan itu pula, diketahui bahwa pada saat kejadian bahwa beban kerja trafo tidak dalam kondisi kelebihan beban. Yakni bekerja pada tekanan 300 Mega Watt dari 400 Mega Watt yang merupakan batas kerja maksimalnya.
Murtaqi juga menepis kemungkinan human eror dalam proses perawatan berkala alat yang baru berumur 10 tahun tersebut. Berdasar pada standar operasional, teknisi PLN melakukan inspeksi tiap 6 bulan sekali dan pengujian untuk mengetahui adanya gangguan teknis satu kali dalam satu tahun.
"Pengujian terakhir November 2008, jadi masih sesuai dengan prosedur. Usia pakai trafo ini bisa sampai 30 tahun," paparnya.
(lh/mad)











































