"KPI harus menegur," ujar mantan anggota KPI Ade Armando dalam talk show "Media Berpolitik Ancaman Bagi Demokrasi"di Hotel Sultan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2009).
Di dalam kasus ini Ade melihat bagaimana dua televisi swasta yang secara berlebihan menayangkan berita mengenai persaingan dua bakal calon Ketua Umum Partai Golkar. Kebetulan dua orang yang tengah bersaing itu merupakan pemilik dari televisi swasta bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih mengkhawatirkan lanjut Ade, pemberitaan dalam beberapa hari ini di mana masing-masing kandidat saling menyerang lewat pemberitaan. Seharusnya redaksi desk berita masing-masing televisi bisa lebih objektif jangan sampai terjadi black propaganda apalagi sampai dimanfaatkan untuk kepentingan politik sempit.
"Harus cover both side, jangan saling menjatuhkan," imbuhnya.
(did/lh)











































