"Saya sudah menghubungi Pak Zul (Zoelfikar Kamarudin, keponakan Tan Malaka), dan beliau mengatakan bahwa pihak keluarga akan segera mengembalikan tulang belulang tersebut ke tempat asalnya," kata Kapolres Kediri AKBP Benyamin, saat ditemui wartawan seusai halal bi halal Pemerintah Kabupaten Kediri di Pendopo Kabupaten, Selasa (29/9/2009).
Terkait kemungkinan penguburan kembali tulang belulang tersebut sebagai pertanda hasil pemeriksaan tes DNA tidak berhasil membuktikan identitas Tan Malaka, Benyamin mengaku belum mengetahuinya secara pasti. "Untuk hasilnya saya belum tahu. Pihak keluarga Tan Malaka mengakunya juga belum tahu, karena masih ada di tangan tim dokter yang melakukan pemeriksaan DNA," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait hal tersebut Pak Zul juga sudah menyampaikannya kepada saya. Beliau mengatakan, hendaknya kami dapat membantu menyampaikan ke Pemerintah Kabupaten Kediri atas apa yang diinginkan keluarganya," jelas Benyamin.
Secara terpisah Bupati Kediri Soetrisno saat dikonfirmasi terkait keinginan keluarga Tan Malaka memberikan sambutan positif. Menurut dia, relokasi makam Tan Malaka justru diwacanakan disertai dengan pembangunannya, dengan tujuan menjadikannya sebagai salah satu objek wisata.
"Kalau memang mintanya demikian, dengan senang hati kami akanย menyetujuinya. Suatu kebanggaan tentunya bisa menjadi lokasi pemakaman seorang pahlawan seperti Tan Malaka," ungkap Soetrisno.
Seperti diketahui, keluarga Tan Malaka dengan menyertakan tim dokter forensik dari RSCM Jakarta, Sabtu, 12 September 2009 yang lalu melakukan pembongkaran sebuah makam yang diduga menyimpan jasad Tan Malaka. Kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran atas temuan dan klaim masyarakat di sekitar lokasi makam, yang meyakininya sebagai milik Tan Malaka.
(fat/asy)










































