"Sekarang ini klaim dukungan sudah inflasi. Naik dua kali lipat, padahal jumlah suara nanti yang berhak memilih di munas hanya 531 suara," ungkap Yuddy kepada wartawan seusai mengadakan dialog dan komunikasi dengan jajaran DPD I dan II Partai Golkar se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di kantor DPD PG DIY di Jl Jenderal Sudirman, Yogyakarta, Selasa (29/9/2009).
Dari 531 suara itu kata dia, sebanyak 487 suara berasal dari DPD Golkar tingkat II. Sebanyak 33 suara dari DPD tingkat I. Sedang sisanya sebanyak 11 suara dari unsur DPP dan ormas-ormas Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia DPD I maupun DPD II Golkar se Indonesia dalam pemilihan dengan sistem tertutup nanti untuk memilih sesuai hati nuraninya serta berlaku adil dan netral. Namun dia mengaku tidak setuju adanya usulan dengan cara aklamasi dan sistem memberikan dukungan secara tertulis seperti yang diusulkan beberapa orang di DPP Golkar.
"Sistem seperti itu tidak demokratis dan berdasarkan aturan pemilihan secara tertutup dan bebas. Yang akan dipilih adalah pilihan terbaik," katanya.
Dia mengharapkan agar semua pihak tidak memilih seperti memilih kucing dalam karung. Steering committee (SC) hendaknya mampu menerapkan aturan tata tertib munas dengan baik.
"Nanti kan yang muncul hanya 3 sampai 4 kandidat saja sehingga SC harus bersikap adil dan netral sehingga dapat memberikan kesempatan pada semua orang untuk muncul. Berilah kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya," pungkas dia.
(bgs/yid)











































