Yuddy: Sudah Terjadi Inflasi Klaim Dukungan

Ical-Paloh Perang Klaim

Yuddy: Sudah Terjadi Inflasi Klaim Dukungan

- detikNews
Selasa, 29 Sep 2009 15:57 WIB
Yuddy: Sudah Terjadi Inflasi Klaim Dukungan
Jakarta - Salah satu calon Ketua Umum Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi mengatakan klaim dukungan antar calon sudah mengarah terjadinya inflasi. Sebab yang berhak memilih untuk menentukan siapa yang bakal menjadi ketua umum hanya 531 suara. Namun saat ini jumlah klaim dukungan sudah naik dua kali lipat atau terjadi inflasi.

"Sekarang ini klaim dukungan sudah inflasi. Naik dua kali lipat, padahal jumlah suara nanti yang berhak memilih di munas hanya 531 suara," ungkap Yuddy kepada wartawan seusai mengadakan dialog dan komunikasi dengan jajaran DPD I dan II Partai Golkar se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di kantor DPD PG DIY di Jl Jenderal Sudirman, Yogyakarta, Selasa (29/9/2009).

Dari 531 suara itu kata dia, sebanyak 487 suara berasal dari DPD Golkar tingkat II. Sebanyak 33 suara dari DPD tingkat I. Sedang sisanya sebanyak 11 suara dari unsur DPP dan ormas-ormas Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tidak mungkin dan sudah lebih. Masing-masing calon mengaku sudah mendapat dukungan sekitar 300 sampai 400-an. Kalau dijumlah itu kan sudah melebihi dari jumlah suara yang ada," ungkap dia.

Menurut dia DPD I maupun DPD II Golkar se Indonesia dalam pemilihan dengan sistem tertutup nanti untuk memilih sesuai hati nuraninya serta berlaku adil dan netral. Namun dia mengaku tidak setuju adanya usulan dengan cara aklamasi dan sistem memberikan dukungan secara tertulis seperti yang diusulkan beberapa orang di DPP Golkar.

"Sistem seperti itu tidak demokratis dan berdasarkan aturan pemilihan secara tertutup dan bebas. Yang akan dipilih adalah pilihan terbaik," katanya.

Dia mengharapkan agar semua pihak tidak memilih seperti memilih kucing dalam karung. Steering committee (SC) hendaknya mampu menerapkan aturan tata tertib munas dengan baik.

"Nanti kan yang muncul hanya 3 sampai 4 kandidat saja sehingga SC harus bersikap adil dan netral sehingga dapat memberikan kesempatan pada semua orang untuk muncul. Berilah kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya," pungkas dia.
(bgs/yid)


Berita Terkait