Wakaf Makam: Jangan Halang-halangi Yang Hidup Menguburkan Yang Mati

Pro Kontra Pemakaman Teroris

Wakaf Makam: Jangan Halang-halangi Yang Hidup Menguburkan Yang Mati

- detikNews
Selasa, 29 Sep 2009 14:47 WIB
Wakaf Makam: Jangan Halang-halangi Yang Hidup Menguburkan Yang Mati
Jakarta - Jenazah para pelaku terorisme ditolak dimakamkan di kampung halamannya. Masyarakat diminta memahami kewajiban menguburkan jasad seorang Muslim yang sudah meninggal.

Kewajiban kaum Muslim terhadap Muslim yang meninggal meliputi memandikan, mengkafani, mensalatkan dan menguburkannya dengan layak.

"Kewajiban tersebut harus dilaksanakan, tidak boleh tidak. Jangan menghalang-halangi kewajiban yang hidup untuk menguburkan yang sudah mati," ujar wakaf makam Khusus Orang Salat, Soeparno Zainal Abidin, di Kaliyoso, Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, kepada wartawan, Selasa (29/9/2009).

Soeparno mewakafkan tanah seluas kira-kira 400 meter miliknya sejak 1999 lalu. Sahabat dekat Abu Bakar Ba'asyir ini merupakan pengusaha alat-alat perlengkapan ibadah yang cukup sukses di Solo.

Meski demikian, Soeparno mengaku tidak memiliki wewenang untuk
mempengaruhi siapa pun. Alasannya tanah tersebut telah sepenuhnya bukan lagi hak dia karena telah diwakafkan kepada umat, khususnya umat Islam.

Sebelumnya jasad Susilo alias Adib ditolak dimakamkan di makam kampung tempat tinggal orangtuanya di Kelurahan Pajang, Solo. Penolakan juga disampaikan oleh warga di desa asal orangtuanya di Sragen.

Demikian terhadap jasad Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Warga di desa orangtuanya di Kudus, Jawa Tengah, menolak Urwah dimakamkan di desa tersebut. Di Sukoharjo, tempat tinggal Urwah, warga juga menolaknya. Menurut kuasa hukum Urwah, M Kurniawan, pria yang jago membuat bom ini akan dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah.

Kemungkinan jasad Urwah dan Susilo akan dimakamkan di sebuah pemakaman di Kaliyoso, Sragen. Di makam tersebut Air Setiawan dan Joko Peyang dimakamkan.

Sementara jasad Ario Sudarso alias Aji akan dimakamkan di Purbalingga, Jawa Tengah.

Urwah, Susilo dan Aji tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Solo 17 September lalu. Dalam penggerebekan itu, tewas juga gembong teroris paling dicari Noordin M Top.

(mbr/nik)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait