Adik Anggoro & Polisi Kompak Tekan Ary Soal Suap di KPK

Adik Anggoro & Polisi Kompak Tekan Ary Soal Suap di KPK

- detikNews
Selasa, 29 Sep 2009 12:55 WIB
Adik Anggoro & Polisi Kompak Tekan Ary Soal Suap di KPK
Jakarta - Ary Muladi mendapat banyak tekanan setelah mengubah kesaksian yang menyudutkan 2 pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Tekanan dilakukan oleh polisi dan adik Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo.

Polisi dan anggodo meminta tersangka kasus penipuan dan penggelapan untuk kasus suap di KPK itu kembali pada pengakuannya semula yang menyatakan ia menyerahkan uang ke oknum di KPK.

"Seperti di pengakuan pada pemeriksaan pada Juli lalu, kalau Ary menyerahkan uang ke Chandra M Hamzah di Pasar Festival. Sama seperti pernyataan Kapolri," kata pengacara Ary, Sugeng Teguh Santoso melalui telepon, Selasa (29/9/2009).

Sugeng menuturkan, misalnya saja pada Senin malam lalu, kliennya dipanggil penyidik dan diminta agar tetap pada pendiriannya pada keterangan Juli lalu.

"Ya ditanya kenapa berubah, dan diminta konsisten pada keterangan bulan Juli. Pak Ary tidak mau dan tetap bertahan pada keterangan terbaru yang dibuat di bulan Agustus," jelasnya.

Pada keterangan di bulan Agustus, Ary mengaku dia menyerahkan uang dari Anggoro ke pengusaha bernama Anto atau Yulianto. Kepada Ary, Anto mengaku kenal dengan orang-orang di KPK. Sedangkan Ary sama sekali tidak pernah berhubungan dengan orang-orang di KPK.

"Karena itu Pak Ary sedang mempertimbangkan untuk melaporkan Anto karena melakukan penipuan, padahal Ary percaya pada Anto," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ary juga ditanya apakah kenal dengan Direktur Penyidikan KPK Ade Raharja. "Pak Ary memang pernah mengenal waktu di Surabaya, tetapi ketika di Jakarta sudah tidak pernah berhubungan lagi," terangnya.

Dia pun mengaku keberatan bila pemeriksaan di waktu malam kembali dilakukan. Pasalnya pemeriksaan di malam hari tidak didampingi pengacara.

Selain dari kepolisian, Anggodo juga menekan Ary. Sugeng mengaku tidak heran bila Anggodo meminta kliennya kembali pada kesaksian yang menyudutkan Bibit dan Chandra. Ary dan Anggodo memang berteman baik.

"Ya Pak Anggodo menanyakan kenapa keterangannya berubah, dia meminta Pak Ary konsisten pada keterangan bulan Juli," tuturnya.

Namun Ary, tegas Sugeng, menolak permintaan Sugeng. "Ya Pak Ary tetap pada keterangan yang terakhir," tutupnya.

(ndr/iy)


Berita Terkait