"Kalau saya lebih cenderung Susno Duadji dinonaktifkan sambil beliau konsentrasi untuk memberikan klarifikasi, penjelasan, dan penjernihan terkait beragam isu dan tanggapan yang beredar yang ditujukan kepada beliau," kata Hidayat.
Hal ini disampaikan dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
"Jadi supaya beliau mempunyai waktu untuk memberikan penjelasan sehingga masalah ini bisa diselesaikan agar tidak ada isu dan kekhawatiran adanya balas dendam, saling mencurigai dan berfikiran negatif di antara kedua pihak," lanjut dia.
Hidayat berpendapat, Polri seharusnya segera menggelar sidang kode etik untuk Susno.
"Saya kira wajar hal itu (desakan untuk sidang kode etik). Kalau dilakukan lebih cepat, lebih menguntungkan Polri karena Polri akan terbebas dari beragam rumor dan salah paham serta beragam isu yang tidak jelas. Segera lakukan itu supaya cepat clear agar yang salah dinyatakan salah, yang tidak salah segera dibebaskan dari berragam tuduhan," papar dia.
Dalam kesempatan itu, Hidayat meminta KPK dan Polri jangan sampai terjebak dalam kondisi saling mencurigai dan menilai secara negatif.
"Saya khawatir kalau terus seperti ini nantinya yang diuntungkan hanya satu yaitu para koruptor. Semuanya harus bisa mengkoreksi kondisi itu karena koruptor mestinya dijadikan musuh bersama oleh KPK dan Polri. Jangan sampai KPK dan Polri sibuk sendiri, para koruptor tidak dikoreksi, ditangkap. tidak boleh terjadi seperti ini," kata politisi PKS ini.
Konflik kepentingan Susno vs KPK terkait dengan pembicaraan Susno dalam kasus pencairan dana Bank Century yang tak sengaja tersadap oleh KPK.
Susno mengakui dia pernah disadap penegak hukum lainnya terkait kasus Bank Century. Saat itu Susno tidak secara tegas menyebut KPK. Nah, karena dia mengetahui dirinya disadap, dia pun mengaku menjebak penyadapnya dengan berpura-pura meminta uang Rp 10 miliar.
(aan/nrl)











































