"Diduga sindikat penjualan bayi karena pelaku tidak minta uang tebusan ke ibu korban," kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok, AKP Rohana, saat dihubungi, Selasa (29/9/2009).
Lomba bayi sehat merupakan modus pelaku untuk menculik anak. Ibu korban juga diberikan 'uang kaget' sebesar Rp 100 ribu untuk belanja.
Polisi juga berkoordinasi dengan menyebarkan ciri-ciri pelaku yakni Ratna ke sejumlah stasiun kereta api. "Semalam sudah koordinasi dengan Stasiun Kota, Stasiun Jatinegara, Gambir dan Depok," katanya.
Rohana menduga, Ratna membawa Haikal ke luar Jawa. Saat menghubungi Latifa, ibu Haikal, Ratna terlacak di daerah Jawa Tengah. "Pelaku terakhir ada di Yogyakarta," ungkapnya.
Sebelumnya, Ratna mensurvei dari rumah ke rumah untuk mencari sasaran. "Mereka mendata terlebih dahulu siapa-siapa yang punya anak," tuturnya.
Selain Latifa, ada 3 korban lainnya yang mengalami hal serupa. "Ya modusnya gitu, pura-pura kasih uang kaget," pungkasnya.
(mei/nik)











































