"29 Agustus perlu diperingati sebagai hari ulang tahun MPR dengan cara yang bermakna dan tepat sasaran. Tradisi ini penting sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan founding fathers yang telah berjuang melahirkan MPR," kata Ketua MPR Hidayat Nurwahid.
Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan 2004-2009 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
Selain itu Hidayat berharap Hari Konstitusi juga diperingati. Hidayat merasa MPR di masanya sudah bekerja keras hingga melahirkan Hari Konstitusi. "Peringatan hari konstitusi tanggal 18 Agustus sebagaimana Kepres 18 Tahun 2009 yang diperjuangkan MPR sekarang," pinta Hidayat.
Untuk efektifitas sosialisasi UU, Hidayat berharap MPR ke depan secara rutin menggelar cerdas cermat konstitusi. Hal ini penting untuk penanaman makna nasionalisme kepada generasi muda. "Pelaksanaan sosialisasi melalui cerdas cermat konstitusi mohon dilanjutkan karena sangat efektif bagi pengetahuan generasi muda," ungkap Hidayat.
Terakhir, Hidayat berharap kenang-kenangan MPR dilestarikan. "Dalam rangka melestarikan nilai sejarah MPR pimpinan MPR mencanangkan Museum MPR. Kami harap diteruskan," tegasnya.
(van/yid)











































