"Kami telah menghitung 52 mayat dan enam baru saja datang," kata seorang dokter di pusat kesehatan universitas Donka, seperti dilansir detikcom dari AFP, Selasa (29/9/2009).
Dari korban tewas tersebut, beberapa tubuh datang dalam keadaan hancur. Seorang anggota Palang Merah mengatakan, komandan militer telah mengeluarkan instruksi untuk semua tubuh demonstran harus diambil ke kamp militer Yaya Diallo Alpha, bukan ke kamar mayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengunjuk rasa berkumpul untuk menentang setiap tawaran pemimpin junta Kapten Moussa Dadis Camara. Camara mengambil alih kekuasaan pada bulan Desember 2008, dan akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu berikutnya. Camara sendiri kini berada di bawah tekanan kuat masyarakat internasional untuk mundur.
Selain itu, Camara juga diminta untuk memperlihatkan jiwa besarnya soal demokrasi. "Menunjukkan tanggung jawab dan untuk mendengarkan aspirasi sah rakyat Guinea untuk secara demokratis memilih pemimpin mereka," tandasnya.
(ape/fiq)











































