Awas Money Politics di Masa Tenang
Kamis, 01 Apr 2004 20:43 WIB
Jakarta - Panwaslu mengingatkan, memasuki masa tenang yang akan dimulai besok harus diwaspadai adanya money politics. Panwaslu akan meningkatkan pengawasan saat masa tenang itu.Aktifitas politik yang dinilai paling perlu diwaspadai saat masa tenang adalah adalah pembelian suara calon pemilih oleh peserta pemilu dengan berbagai modusnya. Seperti pembagian sembako, beasiswa, serangan fajar dan sejenisnya"Selain itu, diwaspadai juga intimidasi oleh pejabat pemerintah atau pihak yang berkuasa atas hajat hidup calon pemilih", kata Ketua Panwas Pemilu Komaruddin Hidayat kepada wartawan siang ini di kantornya, Gedung Aspac Lt.6, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/3/2004).Berkaitan dengan belum lengkapnya logistik pemilu yang diterima KPPS (Kelompok Penyelenggaran Pemilihan Suara), ia meminta jajarannya di kecamatan mewaspadai kemungkinan beredarnya dokumen palsu. Terutama apabila jumlah surat suara yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bersangkutan. Komaruddin mengingatkan, agar peserta pemilu tidak coba-coba melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun. Terutama menggelar kegiatan yang memobilisasi massa parpolnya dalam jumlah besar. "Kami tidak mentolerir kegiatan parpol yang bersifat massal pada masa tenang. Yang nekat, kami jerat sebagai pelanggaran jadwal kampanye," ungkapnya.
(mar/)











































