"Dari hasil survei kita, ternyata Ical lebih unggul dibandingkan kandidat lainnya, seperti Surya Paloh, Tommy Soeharto, Yuddy Chrisnandi dan Ferry Musryidan Baldan," kata Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid dalam Diskusi Publik tentang Kepemimpinan Partai Golkar di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (28/9/2009).
Menurut Husin, survei Puskaptis yang kedua kali ini dilakukan tanggal dari tanggal 7-15 September 2009. Dalam survei yang menggunakan sampling sekitar 2000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia itu diperkirakan margin of errornya kurang lebih 2 persen.
Hasil survei terhadap masyarakat tersebut menunjukkan Ical unggul dengan dukungan responden sekitar 54,86 persen, disusul Surya Paloh sekitar 27,43 persen, Tommy Soeharto sekitar 9,71 persen dan Yuddy Crisnandi sekitar 8,00 persen.
"Persaingan sengit terjadi di Pulau Sumatera. Ical memperoleh 42 persen, Surya Paloh mendapat 40 persen," jelasnya.
Sementara itu di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB dan Papua, Ical relatif mengungguli kandidat lainnya. "Bahkan di Jawa Timur, yang ada kasus Lumpur Lapindo pun, Ical tetap bisa menang," ungkapnya.
Ditambahkan Husin, sejumlah responden memberikan penilaian terhadap Ical dan Surya Paloh yang memiliki pengalaman dan kemampuan, populer, profesional, berwibawa, karismatik, dan kekuatan dana untuk membangun partai.
Sementara Tommy Soeharto juga dinilai berwibawa, prorakyat dan mensejahterakan rakyat, bisa memimpin dan memiliku keuangan yang kuat. Pemilihan ketua umum Golkar akan dilakukan oleh pengurus DPD I dan II Golkar yang memiliki hak suara. Masyarakat tidak ikut menentukan karena pemilihan ketua umum Golkar tidak sama dengan pemilihan presiden.
Akbar Dipercaya Bisa Kembalikan Kejayaan Golkar
Walau dalam hasil survei kedua Pusat Kajian Kebijakan dan Pembamngunan Strategis (Puskaptis) nama Aburizal Bakrie (Ical) lebih unggul dari kandidat Ketua Umum DPP Partai Golkar. Namun, ketokohan Akbar Tanjung masih dipercayai bisa mengembalikan kegagalan partai ini di Pemilu 2009.
Demikian disampaikan Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid dalam Diskusi Publik tentang Kepemimpinan Partai Golkar di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta.
Sejumlah tokoh yang dipercaya bisa mengembalikan kegagalan Partai Golkar pada Pemilu 2009, adalah Akbar Tanjung yang memperoleh dukungan 27,15 persen responden. Disusul Ical sekitar 25,41 persen, Sultan Hamengkubuono X sekitar 13,95 persen, Surya Paloh sekitar 12,44 persen, Agung Laksono sekitar 6,45 persen.
Sementara responden juga menilai penting adanya gabungan tokoh tua dan muda dalam kepengurusan Partai Golkar mendatang sebesar 76,32 persen. Sementara komposisi kepengurusan partai ini yang diinginkan dari kalangan muda sekitar 47,37 persen, kalangan tua sekitar 36,84 persen dan menjawab tidak tahu sekitar 15,79 persen. (zal/yid)











































