Freie Demokratische Partei (FDP) masuk sebagai gerbong koalisi baru, menambah kekuatan koalisi Christlich Demokratische Union (CDU) dan Christlich Soziale Union (CSU) yang mengusung Merkel. Koalisi baru ini mengantongi 48 persen suara parlemen.
Musim kampanye di Jerman selama September pun berakhir Minggu (27/9/2009) kemarin. Hari pemilu, dimana masyarakat Jerman menuju kantor kecamatan terdekat untuk memberikan suara.
Pantauan detikcom, suasana pemilu di Jerman diramaikan dengan aneka poster, banner, dan baliho di jalanan. Namun tidak sampai ada konvoi massa dan arak-arakan seperti di Indonesia. Partai-partai gurem pun mencoba menarik simpati lewat nama yang unik semisal Piraten Partei (Partai Pembajak).
Dengan kemenangan Merkel, maka saingannya Frank Walter Steinmeier harus menelan kekalahan. Partai Sozialdemokratische Partei (SPD) yang mendukung Steinmeier pun terlempar dari koalisi setelah 4 tahun lamanya ikut mendukung Merkel. Steinmeier dan SPD kini merapat ke barisan oposisi bersama partai kiri Die Linke dan partai hijau Die Gruenen.
Selain Merkel, maka yang ikut berbahagia adalah ketua Partai FDP Guido Westerwelle. Sebagai mitra koalisi baru, Westerwelle digadang-gadang sebagai calon Menlu Jerman menggantikan Steinmeier.
Westerwelle akan menambah warna pemerintahan baru di Jerman. Untuk kedua kalinya Jerman akan dipimpin oleh perempuan, dan kini ada Westerwelle yang secara terbuka mengakui kalau dirinya gay. Saat ultah Merkel ke 50 pada 2004 silam, pertama kalinya Westerwelle menggandeng kekasihnya, pebisnis asal Koln Michael Mronz.
Namun kehebohan hanya berlangsung sesaat. Bagi rakyat Jerman, masuknya kelompok minoritas ke dalam puncak kekuasaan dianggap sebagai kematangan demokrasi. Merkel yang perempuan dan Westerwelle yang gay, para pendukung mereka optimis pemerintahan baru yang lebih pro bisnis bisa mengatasi krisis ekonomi di Jerman.
"Melihat koalisi yang baru, kemungkinan besar akan ada negosiasi termasuk rencana penyederhanaan pajak di Jerman," ujar pengamat politik Heino Ruland seperti dilansir Reuters, Senin (28/9/2009). (fay/rdf)











































