Jumlah Pemilih yang Belum Terdaftar Kurang dari 0,5%

Jumlah Pemilih yang Belum Terdaftar Kurang dari 0,5%

- detikNews
Kamis, 01 Apr 2004 17:11 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui adanya sejumlah pemilih yang belum terdaftar dalam pemilu 2004. Namun diperkirakan jumlahnya tidak sampai setengah persen dari jumlah pemilih yang mencapai 146 juta orang, berdasarkan data per 10 Januari 2004."Kita tidak menutup mata dari 200 juta penduduk ada yang ketinggalan (tidak terdaftar), tapi tidak sampai ratusan ribu," kata Kepala BPS, Soedarti Surbakti, dalam keterangan pers di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Kamis (1/4/2004).Selain belum terdaftar, menurut Soedarti, dalam daftar pemilih tetap yang ada saat ini kemungkinan ada beberapa nama yang salah. Oleh karena itu, BPS telah meminta input dari aparat desa mengenai daftar nama pemilih yang belum terdaftar.Di samping itu, antara April-Juni 2004, BPS akan melakukan pendataan susulan agar pemilih yang belum terdaftar bisa ikut dalam pemilihan presiden dan wapres pada Juli mendatang. KPU sendiri masih memfokuskan pada perbaikan kesalahan data atau pemilih yang tertinggal."Kita sendiri sebetulnya sudah berupaya melakukan pendataan pasif sampai empat kali dan sekali mendatangi aparat desa untuk mengetahui yang tidak terdaftar," ungkap Soedarti.Dijelaskan, BPS telah melakukan pendataan pada Mei hingga pertengahan Juni 2003 lalu, dimana pemilih yang didaftar adalah penduduk dengan kriteria yang disepakati antara BPS dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni penduduk yang telah tinggal di suatu daerah tertentu selama 6 bulan atau berminat tinggal di daerah tersebut untuk seterusnya.Namun, pendataan juga dilakukan terhadap gelandangn. Arsip para gelandangan diberikan kepada kepala desa terdekat. "Setelah pendataan itu, ada fase pendataan lagi pada November-Desember 2003. Jadi sebetulnya kita tidak tutup mata dengan penduduk yang belum terdaftar," tegas Soedarti. (ani/)


Berita Terkait